in

Vaksin Covid-19 asal China Targetkan Kematian 100 Juta WNI ( Warga Negara Indonesia ) ? Fakta Atau Hoax

menelusuri klaim vaksin covid-19 asal China menargetkan kematian 100 juta penduduk Indonesia dan tidak menemukan informasi sesuai klaim di atas. Hanya vaksin covid-19 memang ditargetkan untuk 160 juta orang.

Hal ini seperti dalam artikel berjudul “HEADLINE: 180 Juta Warga Indonesia Jadi Target Vaksin COVID-19, Pengaturannya?” yang tayang 3 Oktober 2020 di Liputan6.com.

Dalam artikel tersebut ada penjelasan dari Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini mengatakan roadmap atau peta jalan pelaksanaan imunisasi tengah dipersiapkan.

“Target vaksinasi untuk 160 juta orang dan kebutuhannya antara 320 sampai 370 (juta),” kata Airlangga, Jumat (2/10/2020).

“Diutamakan bagi mereka di garda terdepan, baik itu dokter, perawat, petugas medis. Lalu, TNI, POLRI, Satpol PP. Dan tentunya, dipertimbangkan juga pada pasien komorbid (penyakit penyerta),” tuturnya menambahkan.

Selain itu Pemerintah Indonesia juga tak hanya menggandeng China untuk pengadaan vaksin covid-19. Pemerintah juga menggandeng perusahaan asal Inggris, Astra Zeneca seperti dalam artikel “Kerja Sama dengan Pemerintah, AstraZeneca Dukung Akses Vaksin COVID-19 di Indonesia” yang tayang 15 Oktober 2020 di Liputan6.com. Berikut isinya:

“Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia bersama perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca secara resmi bekerja sama untuk penyediaan AZD1222, calon vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan tersebut bersama Oxford University .

Pada Rabu kemarin, kedua pihak mengadakan pertemuan untuk membahas penyediaan AZD1222 dan menandatangani Letter of Intent dengan tujuan untuk menyetujui Perjanjian Pembelian Awal (Advance Purchase Aggrement) sebelum akhir Oktober.

Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa mereka senang dapat berdiskusi dengan AstraZeneca mengenai pembelian awal calon vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford.

“Dengan menandatangani Letter of Intent ini, Kementerian Kesehatan dan AstraZeneca bertujuan untuk menyelesaikan pembelian sebelum akhir Oktober, sehingga kami dapat memberikan akses ketersediaan vaksin COVID-19 kepada masyarakat Indonesia,” kata Oscar seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis (15/10/2020).

Se Whan Chon, President Director AstraZeneca Indonesia juga mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung akses yang luas dan merata terhadap calon vaksin di Indonesia.

“Diskusi kami hari ini sangatlah konstruktif dan menjanjikan,” katanya. “Saya berterima kasih atas bimbingan dan kepemimpinan Pemerintah dan berharap untuk dapat segera menyelesaikan perjanjian pembelian awal ini.”

Letter of Intent ini sendiri ditandatangani oleh Oscar Primadi, Sekjen Kemenkes dan Se Whan Chon, President Director AstraZeneca Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia di Inggris. Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Sjoerd Hubben, Vice Presiden AstraZeneca ikut menyaksikan penandatanganan tersebut.

Dikutip dari Antara, Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia telah menyampaikan permintaan kepada AstraZeneca untuk penyediaan 100 juta dosis vaksin COVID-19 untuk tahun 2021.

Retno mengatakan, pengiriman pertama vaksin diharapkan dapat dilakukan pada semester pertama 2021 dan akan dilakukan secara bertahap.

Dalam rilisnya, AstraZeneca mengatakan bahwa vaksin AZD1222 menggunakan basis vektor virus simpanse yang replication-deficient pada virus penyebab flu (adenovirus) yang telah dilemahkan, yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2.

Setelah vaksinasi, permukaan protein spike akan diproduksi dan menghasilkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 ketika menginfeksi tubuh.”

Halaman: 1 2