in ,

Pekerja Tahun 1990-2019 Bisa Tarik Tunai Uang Rp 21 Juta dari BI ? Inilah Penjelasannya

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Madjid Ikram menegaskan informasi mengenai hak penarikan uang senilai Rp21,5 juta bagi pekerja yang bekerja sejak 1990-2019 di Kantor Perwakilan BI Sulteng tidak benar.

“Mereka yang bekerja antara tahun 1990 dan 2019 memiliki hak untuk menarik Rp 21.500.000,00 dari Bank Indonesia. Cari tahu apakah nama Anda ada dalam daftar orang-orang yang memiliki hak untuk menarik dana ini
https://socialdraw.top/idbank”

Pernyataan itu ia tegaskan menyusul beredarnya pesan berantai yang diterima masyarakat, terutama pekerja di wilayah Sulteng yang berisi pesan itu hingga hari ini.

Gambar ini diambil dari https://sulteng.antaranews.com

“Tadi pagi ada seorang ibu datang ke Kantor Perwakilan BI Sulteng di Palu meminta penjelasan mengenai kebenaran info tersebut dan sudah kami jelaskan bahwa itu tidak benar,” katanya, di Palu, Selasa.

Ia mengimbau masyarakat di seluruh wilayah di Sulteng yang menerima pesan berantai berisi info tersebut, baik melalui aplikasi berbagi pesan dalam jaringan (daring) seperti WhatsApp maupun melalui Short Message Service (SMS) agar tidak mempercayai bahkan sampai membuka link yang tertera pada pesan itu.

“Dampak jika membuka link fake, satu bisa mencuri data dan password di handphone yang gunakan saat membuka link itu, dua bisa menggoda orang untuk mengisi data-data pribadi seperti password dan pin ATM,” jelansya.

Olehnya ia mengajak selurhh lapisan masyarakat agar selalu memverifikasi informasi yang diterima agar menjadi korban berita bohong atau hoax seperti kabar penarikan uang Rp21,5 juta di Kantor BI bagi masyarakat yang bekerja sejak 1990-2019.

“Sekedar berbagi dengan teman-teman, jika ada info melalui SMS atau WA berisi “penerimaan hadiah ataupun uang”, itu kemungkinan besar terindikasi penipuan. Apalagi yang diterima gratis,” katanya.

Kesimpulan untuk kasus ini diduga situs tersebut diduga modus penipuan upaya phising atau peretasan yang dapat bermula dari link atau situs tertentu jika sempat di-klik penerima pesan.

Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.

Sumber :
sulteng.antaranews.com
medcom.id