in

Hukum Suami Minum Susu Istri Apakah Suami menjadi Anak persusuan ?

Jima’ atau berhubungan badan merupakan salah satu kebutuhan biologis setiap manusia. Dalam melakukan jima’, suami maupun istri memiliki peran yang sama pentingnya untuk saling berbagi kenikmatan.

Terdapat tiga perkara yang terdapat dalam jima’ yaitu menjaga keturunan, mengeluarkan cairan yang dapat merusak tubuh apabila ditahan dan tidak dikeluarkan, serta menunaikan kebutuhan biologis.

Dalam berjima’, Rasulullah memberikan beberapa saran, salah satunya adalah melakukan foreplay atau pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual.

“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR Tirmidzi)

Dalam melakukan foreplay, suami biasanya memberikan rangsangan di bagian puting istrinya. Hal ini tentunya diperbolehkan dalam Islam, bahkan dianjurkan jika dilakukan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan dalam rangka memuaskan sang istri.

Lalu, bagaimana jika istri sedang dalam masa menyusui anak sehingga air susu tersebut terminum atau sengaja diminum oleh suami saat sedang bercumbu?

Dilansir dari Konsultasi Syariah, ulama di kalangan mazhab Hanafi berselisih pendapat terkait persoalan ini, ada yang mengatakan boleh dan ada juga yang memakruhkan.

Hal ini dijelaskan dalam Al-Fatawa al Hindiyah,

“Tentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan. Demikian keterangan dalam al-Qunyah.”

Sedangkan dalam Fathul Qadir disebutkan bahwa perbuatan meminum susu istri dapat menyelisih fitrah manusia.

“Bolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak.”

Suami yang meminum susu istrinya juga tidak serta merta menyebabkan ia menjadi anak sepersusuan bagi istrinya. Salah satu hal yang menjadikan seseorang menjadi memiliki hubungan persusuan adalah ketika ia menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak yang belum disapih.

Jadi, menyusui orang yang sudah dewasa tidak memiliki dampak bagi hubungan persusuan.

Meski demikian, akan lebih aman jika suami berusaha agar tidak meminum susu istrinya dengan sengaja karena menjadi perselisihan ulama dan merupakan perbuatan yang dapat menyelisih fitrah manusia.[]

Sumber Artikel : https://akurat.co/news/id-1070456-read-suami-minum-susu-istri-saat-bercumbu-bolehkah
Sumber Gambar : https://muslimobsession.com/ini-ancaman-rasulullah-bagi-istri-yang-minta-cerai/

Haram Praktik VTube, Menurut Islam ! Berdalih Bisnis Iklan di Aplikasi Video

Ayam Goreng Bolognese